Lintas Daerah

Sinergi LDII dan MUI Bangkinang Kota Raih 5 Sukses Ramadan Melalui Syahrul Tarbiyah

——————–

Kampar (3/3). Suasana khidmat menyelimuti Masjid Thoriqul Jannah, Kelurahan Langgini, Kecamatan Bangkinang Kota, pada Senin malam (23/2). Ratusan warga memadati masjid untuk mengikuti Pengajian Akbar Safari Ramadan yang diselenggarakan Pimpinan Cabang (PC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kecamatan Bangkinang Kota bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Bangkinang Kota.

Kegiatan tersebut menjadi penanda awal memasuki bulan suci Ramadan. Hadir dalam acara itu Ketua PC LDII Bangkinang Kota Alis Sarno Ajis beserta jajaran pengurus. Turut hadir Dewan Pertimbangan MUI Kecamatan Bangkinang Kota, para tokoh agama, serta tokoh masyarakat setempat yang mengikuti rangkaian acara hingga selesai.

Dalam sambutannya, Ketua PC LDII Bangkinang Kota Alis Sarno Ajis mengawali tausiyah dengan mengingatkan hakikat iman melalui konsep Al-Imanu Yazidu Wa Yanqus (iman bisa bertambah dan berkurang).

“Keimanan itu naik turun. Iman kita akan naik manakala kita mendengarkan kebaikan, mengikuti pengajian-pengajian. Sebaliknya, iman akan turun ketika kita mengerjakan kemaksiatan,” ujarnya di hadapan jamaah.

Ia mengajak umat Islam memanfaatkan momentum Ramadan dengan bersungguh-sungguh meraih 5 Sukses Ramadan. Kelima target tersebut meliputi sukses menjalankan ibadah puasa, sukses mendirikan salat tarawih, sukses dalam tadarus Al-Qur’an, sukses meraih malam Lailatul Qadar, serta sukses menunaikan zakat fitrah.

“Di bulan yang penuh berkah ini, mari kita masing-masing mempersungguh diri untuk meraih lima sukses tersebut agar kita termasuk golongan yang beruntung,” ajaknya.

Puncak acara diisi tausiyah anggota Dewan Pertimbangan MUI Kecamatan Bangkinang Kota Samsul Bahri. Dalam ceramahnya, ia menegaskan esensi Ramadan sebagai Syahrul Tarbiyah atau bulan pendidikan.

“Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Lebih dari itu, ini adalah madrasah tahunan bagi umat Islam. Bulan ini melatih fisik kita untuk bersabar, melatih jiwa kita untuk mengendalikan nafsu dan emosi,” terangnya.

Menurutnya, proses pendidikan selama Ramadan melalui puasa, salat tarawih, dan tadarus Al-Qur’an merupakan sarana menanamkan nilai kejujuran, kesabaran, kedisiplinan, dan kedermawanan.

“Tujuan akhir dari semua pendidikan di bulan suci ini tidak lain adalah untuk membentuk pribadi-pribadi yang bertakwa. Istiqomah dalam beribadah adalah output yang diharapkan setelah Ramadan usai nanti,” pungkasnya.

Pengajian akbar yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan tersebut ditutup dengan doa bersama. Kegiatan ini menjadi simbol sinergi antara LDII dan MUI dalam membina umat menuju pribadi yang bertakwa.

 
 
 
 

Oleh: rahman (contributor) / Riska Sabilah (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *