Tutup Tahun 2025 dengan Tema Kerukunan, LDII Nabire Gelar Pengajian Umum

Nabire (31/12). Dalam rangka menutup rangkaian kegiatan akhir tahun 2025, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Nabire menggelar Pengajian Umum bertema Kerukunan. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Miftahul Jannah, Kelurahan Karang Mulia, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Minggu (21/12).
Pemateri pertama Rofiq Andi Wijaya, menyampaikan tafsir Al-Qur’an Surat Ali Imran ayat 102 dan 104. Ia menjelaskan bahwa hidayah Allah SWT yang menuntun seseorang untuk berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Hadis merupakan bentuk keselamatan bagi manusia. Dari kondisi yang sebelumnya saling bermusuhan, Allah SWT mempersaudarakan umat-Nya. “Kerukunan bukan pilihan, tetapi kewajiban yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Rofiq juga menyampaikan lima resep untuk mewujudkan kerukunan, yakni berbicara dengan baik, bersikap jujur dan amanah, sabar serta tidak mudah marah, menjaga nama baik diri sendiri dan orang lain, serta mampu menjaga perasaan sesama.
Pemateri kedua Hendik Efendi, membawakan kajian tafsir Al-Hadis dengan menekankan pentingnya menjaga waktu salat dan menaati peraturan agama. Ia mengulas sejarah diwajibkannya salat pada peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, serta menegaskan bahwa salat merupakan tiang agama dan amalan pertama yang akan dihisab oleh Allah SWT.
Selanjutnya, pemateri ketiga, Ketua Penggerak Pembina Generus (PPG) LDII Kabupaten Nabire, Gunawan Santoso, menyampaikan materi tentang pentingnya pendidikan generasi penerus (generus). Menurutnya, pembinaan generus menjadi fondasi utama dalam membangun umat yang berakhlak mulia dan berkarakter kuat di masa depan.
Pengajian umum ditutup dengan nasihat keagamaan dan wawasan organisasi yang disampaikan oleh Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Papua Tengah Nuryadi. Ia mengajak seluruh warga LDII untuk menyikapi momentum akhir tahun dengan bijak, mengisinya dengan kegiatan yang positif, bermanfaat, serta mampu memperkuat keimanan dan kerukunan di tengah masyarakat.
“Kegiatan akhir tahun hendaknya diarahkan pada hal-hal yang membawa kebaikan, mempererat persaudaraan, dan memperkuat persatuan umat,” pesannya.
Oleh: Afid Mukmin (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng
